7 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Tempe adalah makanan yang mudah ditemukan di mana-mana. Mulai dari gerobak sayur hingga pasar mewah modern. Harga yang terjangkau membuat tempe dapat dinikmati oleh semua kelompok.

Selain itu, makanan yang satu ini memiliki banyak nutrisi di dalamnya. Produk olahan dari kedelai fermentasi adalah makanan asli Indonesia yang mulai dilirik di berbagai negara karena manfaatnya.

Manfaat tempe diperoleh dari berbagai nutrisi yang dikandungnya. Di banyak negara, tempe populer dan dikenal sebagai bahan konsumsi untuk vegetarian sebagai pengganti daging.

7 Manfaat Tempe untuk Kesehatan
7 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Ini karena kandungan protein dalam tempe cukup tinggi. Maka tempe adalah pilihan tepat bagi vegetarian yang ingin mengganti daging dengan tempe. Inilah ulasannya:

1. Menurunkan kolesterol

Kandungan protein yang terkandung dalam tempe memiliki kualitas yang sama dengan produk hewani. Tidak seperti produk daging yang menambah kolesterol jahat, protein kedelai cenderung mengurangi kadar kolesterol jahat. Karena alasan ini, tempe dipilih sebagai pengganti daging yang lebih sehat.

Kolesterol tinggi dalam darah dapat memiliki risiko penyakit jantung. Tempe yang terbuat dari kacang kedelai memiliki senyawa yang disebut isoflavone. Isoflavon berfungsi sebagai penurun kolesterol jahat atau LDL. Senyawa niasin yang terkandung dalam tempe juga dianggap bisa mengendalikan kolesterol.

2. Cegah osteoporosis

Tempe kaya akan kalsium dan vitamin K. Kedua bahan ini dikenal berfungsi sebagai pembangun tulang. Fermentasi tempe juga meningkatkan jumlah vitamin K dan mineral lain dalam kedelai.

Maka dapat dikatakan bahwa tempe sangat cocok untuk penderita osteoporosis yang membutuhkan asupan kalsium yang cukup. Dengan asupan kalsium dan vitamin K yang memadai, penderita osteoporosis dapat meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.

3. Cegah asma

Tempe kaya akan serat, yang diketahui memengaruhi kesehatan paru-paru. Kesehatan paru dipengaruhi oleh tempe dengan cara serat dan asam lemak memasuki aliran darah.

Serat memiliki peran penting dalam mengurangi tingkat peradangan yang terkait dengan respons pernapasan. Serat terfermentasi hadir dalam tempe, memperkuat sel-sel kekebalan di paru-paru untuk memiliki reaksi alergi yang lebih lemah.

4. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh

Dalam proses fermentasi kedelai dan asam fitat terbentuk dan berbagai macam bakteri baik, salah satunya adalah probiotik. Probiotik ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, probiotik juga dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan usus. Dengan probiotik, tubuh dapat dengan mudah memecah nutrisi dan dapat membantu memperlancar pencernaan.

5. Menstabilkan Gula Darah

Manfaat lain tempe adalah untuk penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2. Protein dan serat dalam tempe mencegah kadar gula tinggi dan menjaga kadar gula darah terkendali.

Penderita diabetes umumnya rentan terhadap aterosklerosis (radang pembuluh darah) dan penyakit jantung, sehingga mereka harus mempertahankan kadar kolesterol rendah. Makan tempe dapat membantu penderita diabetes mendapatkan asupan protein dengan kadar kolesterol rendah.

6. Cegah kanker

Serat dalam tempe tidak hanya berguna untuk meningkatkan kerja usus, tetapi juga mengikat racun penyebab kanker dan menghilangkannya dari tubuh. Racun yang telah diikat tidak dapat merusak sel-sel usus besar.

Tempe yang kaya serat dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Tidak hanya mengurangi risiko kanker usus besar, tempe juga menurunkan risiko kanker payudara. Bagi pria, isoflavon yang terkandung secara alami dalam kacang kedelai dapat mengurangi risiko kanker prostat pada pria.

7. Mengurangi risiko penyakit Parkinson

Niasin adalah senyawa seperti vitamin yang memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan gangguan neurologis lainnya. Orang yang sering mengonsumsi niacin dapat mengurangi risiko depresi, kelelahan, dan anemia.

Penyakit Parkinson sendiri ditandai oleh sistem saraf pusat yang abnormal. Kerusakan saraf menyebabkan kadar dopamin menurun di dalam tubuh. Dalam hal ini niacin berfungsi sebagai penolong untuk memperbaiki sel dan dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson.